Fatwa Dr. Yusuf Qordhowi Tentang Halalnya 0.5% Alkohol

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuhu.

Ustadz, Bagaimana tanggapan ustadz tentang fatwa Dr.Yusuf Qordhowi tentang halalnya minuman beralkohol yang berkadar 0.5%? Apa landasan beliau? Bukankah ada hadits yang menyebutkan bahwa minuman yang memabukan baik sedikit atau banyak tetap haram.

Terima kasih atas jawabannya.

NK

Jawaban

Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Sebenarnya Syeikh Al-Qaradawi bukan menghalalkan khamar. Yang beliau sebutkan adalah kadar maksimal Alkohol yang masih bisa ditolelir dalam suatu obat atau makanan. Dan tidak ada yang salah dalam masalah ini.

Bahkan LPPOM MUI malah lebih longgar ketika memberikan batasan, mereka menyebut kadar nilai 2%, jauh lebih banyak dari yang disebutkan oleh Al-Qaradawi.

Bukankah Banyak dan Sedikit Tetap Haram? Continue reading

Bank susu dalam perspektif islam

Assalamu’alaikum Wr. Wb

Pak ustad yang saya hormati, saya ingin menanyakan tentang hukum bank susu dalam perspektif Islam. Bagaimana pandangan Islam terhadap praktek bank susu ini?

Terima kasih

Wassalamu’alaikum Wr. Wb

Ana Widyawati
widya_wt87

Jawaban

Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wababarakatuh,

Di masa sekarang ini kita memang dikejutkan dengan berita telah berdirinya bank khsusus untuk menampung air susu ibu. Para ulama kontemporer memandangkan dari beberapa sudut pandang yang berlainan, sehingga yang kita temui dari fatwa mereka pun saling berbeda. Sebagian mendukung adanya bank air susu tapi yang lainnya malah tidak setuju.

1. Pendapat Yang Membolehkan Continue reading

Apakah donor darah haram?

Assalamualaikum wr. wb

Bapak ustat pengasuh yang saya hormati

Pada kesempatan ini saya ingin menanyakan tentang hukum doonor darah kepada orang lain

1. apa hukum donor darah menurut syariat dan perbedaan dari keempat mashap (syafii, maliki…)??

2. jika saya mendonorkan darah kepada seorang gadis (misal). apakah saya masih bisa menikahi gadis tersebut menurut ke 4 mashap…?

Atas segala perhatian dan bantuan ustat saya ucapkan banyak terima kasih.

Wassalamualaikum wr. wb

Pak Umar

Jawaban

Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Donor darah tidak ada fatwanya dari 4 mazhab, karena di zaman para imam mazhab yang empat itu masih hidup, belum ada praktek donor darah seperti yang sekarang kita lakukan.

Imam Abu Hanifah meninggal tahu 150 hijriyah, Imam Malik meninggal tahun 179 hijriyah, Imam Asy-Syafi’i meninggal tahun 204 dan Imam Ahmad bin Hanbal meninggal tahun 241. Kalau sekarang tahun 1429 hijriyah, berarti mereka hidup sekitar 12 abad yang lalu.

Rasanya di abad itu umat manusia belum lagi mengenal istilah donor darah, jadi bagaimana mungkin kita mendapatkan jawaban tentang hukum donor darah dari mereka, sementara fenomena seperti itu belum ada?

Maka pertanyaan seperti ini tidak relevan kalau dijawab lewat pendapat empat mazhab. Continue reading

Chat dengan penterjemah Al-Qur’an dan Hadits

Kali ini penulis mendapatkan sebuah situs yang sangat bermanfaat sekali bagi kita umat muslim khususnya dan umat non muslim pada umumnya. Mengunjungi website yang memiliki fitur sebagai penterjemah al-qur’an maupun penterjemah hadits sudah banyak jumlahnya di dunia maya ini. Bagi yang menginginkan mendapatkan terjemahan al-qur’an dan hadits melalui protokol chat, bisa mengikuti cara-cara dibawah ini :

 

Pada contoh ini saya menggunakan protokol yahoo, bagi anda yang menggunakan protokol selain yahoo dipersilahkan untuk mengikuti instruksinya pada alamat ini. Ok berikut langkah-langkahnya : Continue reading

Hukum seputar darah wanita : HAID

Penulis: Ummu Hamzah
Muroja’ah: Ustadz Abu ‘Ukkasyah Aris Munandar

Pada tulisan yang telah lalu telah dibahas mengenai hal-hal yang diharomkan bagi wanita haid. Pada tulisan bagian kedua ini, akan dipaparkan tiga permasalahan penting terkait wanita haid, yaitu mengenai boleh tidaknya wanita haid masuk ke dalam masjid serta menyentuh dan membaca Al Qur’an.

Bolehkah seorang wanita yang sedang haid masuk dan duduk di dalam masjid ?

Sebagian ulama melarang seorang wanita masuk dan duduk di dalam masjid dengan dalil:

لاَأُحِلُّ الْمَسْجِدُ ِلحَائِضٍُ وَلا َجُنُبٍ

“Aku tidak menghalalkan masjid untuk wanita yang haidh dan orang yang junub.” (Diriwayatkan oleh Abu Daud no.232, al Baihaqi II/442-443, dan lain-lain)

Akan tetapi hadits di atas merupakan hadits dho’if (lemah) meski memiliki beberapa syawahid (penguat) namun sanad-sanadnya lemah sehingga tidak bisa menguatkannya dan tidak dapat dijadikan hujjah. Syaikh Albani –rahimahullaah– telah menjelaskan hal tersebut dalam ‘Dho’if Sunan Abi Daud‘ no. 32 serta membantah ulama yang menshahihkan hadits tersebut seperti Ibnu Khuzaimah, Ibnu al Qohthon, dan Asy Syaukani. Beliau juga menyebutkan ke-dho’if-an hadits ini dalam Irwa’ul Gholil’ I/201-212 no. 193.

Continue reading