si “ROKOK” punye cerita,gaya, ame sejarah

DI London pada sebuah perjamuan diplomatik lebih dari 50 tahun lalu, seorang lelaki bertubuh pendek dan kurus untuk ukuran orang Eropa memantik rokok dan mengepulkan asap dari mulutnya. Dia mengenakan fez hitam, juga songkok di atas rambut putihnya. Aroma asap kretek merebak ke seisi ruangan itu. Seorang diplomat bule menghampirinya, ”Apakah gerangan rokok yang sedang Tuan isap itu?” tanyanya. ”Inilah Yang Mulia,” tutur lelaki itu, ”yang menjadi alasan mengapa Barat menjajah dunia.”

Peristiwa itu diceritakan kembali oleh Pramudya Ananta Toer dalam buku Mark Hanusz Kretek, The Culture and He-ritage of Indonesia’s Clove Cigarette. Continue reading

Identitas sebatang rokok

Ngerokok alias ngudud bin nyemok udah jadi rutinitas di sekitar kita. Nggak mandang usia, status sosial, status pendidikan, atawa jenis kelamin, rokok temenan ama siapa aja. Nggak di kampus, warteg, sekolah, dalam rumah, atau toilet, asap rokok pun ngebul dimana-mana. Padahal dulu, nggak sembarang orang bisa ngerokok. Waktu di SMP, temen-temen pada ngumpet di belakang sekolah pas jam istirahat agar bisa ngisep rokok. Satu batang dikeroyok rame-rame biar cepet abis dan irit. Abis itu, pada beli permen penyegar mulut untuk ngilangin bau asbak, eh rokok. Padahal mah, boro-boro wangi. Apalagi kalo dari pagi belon sikat gigi. Rokok + permen + ’bau naga’. Whueks..!

Budaya rokok di negeri kita emang makin merajalela. Nggak heran kalo dr Nawi Ng MPH, PhD dari Quit Tobacco Indonesia (QTI) pernah bilang “Indonesia Termasuk 5 Negara dengan Konsumsi Rokok Terbesar di Dunia.”. Beliau menambahkan, konsumsi tembakau di Indonesia meningkat 7 kali lipat dalam jangka waktu 3 tahun (1977-2000) dan prevalensi penggunaan tembakau di Indonesia telah meningkat dalam segala usia (ugm.ac.id, 27/07/07). Waduh! Continue reading

Tirani Rokok Kabut Asap Rokok Dalam Global Warming

Mengapa dukungan penyelenggaraan Global Warming, Desember 2007 di Bali nanti datang dari industri rokok dan mengapa Indonesia menjadi surga industri rokok dunia?

Oleh Ahmad Yunus

SENIN, 6 November, 2007. Dari sebuah ruang hotel di Jakarta Pusat, kantor berita Pena Indonesia memaparkan perkembangan laporan terakhir mengenai industri rokok saat ini. Laporan ini dalam bentuk majalah setebal 65 halaman dengan judul utama pada halaman muka “Kemunafikan & Mitos Di Balik Kedigdayaan Industri Rokok”.

Pena Indonesia mengklaim laporan ini adalah laporan investigatif yang berdasarkan penelusuran atas berbagai dokumen industri rokok. Juga menyertakan dua buah cd atau compact disk yang berisi ribuan dokumen industri multinasional di Indonesia. Seperti dokumen-dokumen dari British American Tobacco atau BAT, Philips Morris dan lain-lain.

Workshop ini diikuti kalangan wartawan dan aktifis kesehatan. Tujuannya hendak memberikan pemahaman terkait adanya dokumen rahasia yang datang dari raksasa industri rokok dunia dan kaitannya dengan Indonesia.

Workshop ini juga mendapatkan dukungan dari badan kesehatan dunia perwakilan Indonesia WHO, IAKMI—Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia dan SEATCA—The Southeast Asia Tobacco Control Alliance.

Pena Indonesia bekerja selama tiga bulan menelusuri dan memelototi komputer. Menggali ribuan dokumen secara online dari tujuh raksasa rokok yang tercatat dalam kurun waktu 1960 hingga awal tahun 2000-an. Sedikitnya ada sekitar 28.000 ribu lebih dokumen dari British American Tobacco atau BAT Indonesia yang tersimpan dalam perpustakaan digital milik Universitas of California, San Francisco, Amerika Serikat. Continue reading